Mahasiswa KKN-T IPB Implementasikan Digitalisasi UMKM di Desa Ngabean
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IPB University mengadakan pendataan UMKM di Desa Ngabean yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan kekuatan strategis dan penting untuk mendukung perkembangan ekonomi di Indonesia. Masa pandemi seperti ini banyak UMKM yang mengalami penurunan daya beli secara langsung. Sehingga harus memunculkan ide bagaimana cara memasarkan produknya agar tetap mendapatkan income yang maksimal. Salah satu solusi yang diberikan yaitu memperluas jangkauan pemasaran dengan menerapkan digital marketing. Mahasiswa KKNT IPB membuat sebuah program untuk mendigitalisasi semua UMKM yang berada di Desa Ngabean.
Desa Ngabean memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk menyejahterakan masyarakatnya melalui UMKM. UMKM yang berhasil di data dan memungkinkan untuk dikembangkan ke arah digitalisasi diantaranya yaitu usaha produksi kerajinan lidi, usaha produksi tempe dari kedelai murni, dan usaha produksi keripik singkong. Produk dari ketiga UMKM tersebut mampu dikembangkan dan diperluas pemasarannya melalui digitalisasi karena memiliki tingkat keawetan yang tinggi dan aman jika di distribusikan selama berhari-hari.
Kerajinan lidi merupakan sebuah kerajinan yang berbahan dasar lidi yang ramah lingkungan dan mampu bersaing dengan kerajinan lainnya, gagas Sumeri. Kerajinan lidi telah dikerjakan usahanya sejak lama oleh Sumeri yang merupakan salah satu masyarakat Ngabean yang memiliki keahlian dalam menjalankan bisnisnya. Sumeri juga telah memenangkan ajang desain gerabah menggunakan bahan ramah lingkungan yang di gelar oleh pemerintah kabupaten kebumen dengan meraih juara 1, kala itu. Karya-karyanya sangat banyak dan bervariasi dengan kualitas yang sangat bagus. “Memang dalam segi pembuatan membutuhkan waktu lama karna harus teliti dan sangat berhati-hati agar tidak merusak bahan dan hasilnya memuaskan, sehingga sesuai dengan harga jual yang diberikan”, tambah Sumeri mengenai bisnisnya. Sumeri telah membuat piring, tempat buah, tempat payung, lampu, dan tempat sampah yang semuanya berbahan dasar dari lidi. Semua karya itu saat ini bisa konsumen dapatkan melalui e-commerce shopee dengan link sebagai berikut : https://shopee.co.id/shop/402784994/search
Selanjutnya, terdapat usaha pembuatan tempe dari kedelai murni yang mempunyai cita rasa dan kekhasan tersendiri. “Tempe yang kami buat masih menggunakan teknologi manual, sehingga mempunyai rasa yang khas”, ucap Bibit. Usaha ini telah dijalankan oleh Bibit sejak lama dan mendapatkan respon yang baik oleh masyarakat terhadap produk yang dihasilkannya. Ukuran produknya sangat bervariasi dan juga Bibit menambahkan bahwa dirinya belum mencoba memasarkan produknya melalui toko online, karena Bibit sudah mempunyai konsumen tetap. Namun, Bibit ingin mencoba memperluas pemasaran melalui shopee yang sebelumnya Bibit juga telah mencoba mengirimkan produknya ke daerah lain dan memungkinkan untuk memasarkan secara luas. Produk ini menerima pesanan terlebih dahulu agar dapat memperhitungkan estimasi pembuatan produk harus dibuat dan dikirimkan ke konsumen. Saat ini produk tempe Bibit dapat konsumen dapatkan melalui link shopee berikut : https://shopee.co.id/shop/499101138/search
UMKM ketiga yang berada di Desa Ngabean adalah Keripik Singkong yang dimiliki oleh Hartono. Bisnis ini belum lama dijalankan oleh Hartono karena baru dijalankan awal tahun ini. “Pembuatan keripik singkong memiliki teknik tersendiri dan cara penggorengan yang khusus agar mendapatkan hasil yang renyah dan enak”, gagas Hartono. Hartono juga menambahkan bahwa bisnis ini masih belum dikembangkan secara luas dan produknya belum mengalami perkembangan. Kemasan dan rasa dari produknya masih belum di upgrade karena mempertimbangkan bisnis yang memang masih baru. Keripik singkong memungkinkan untuk diperluas pemasarannya melalui toko online, karena mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama pada saat dikemas. Sehingga konsumen dapat mendapatkan keripik singkong yang renyah, gurih dan memiliki cita rasa yang khas hanya dengan menggunakan handphone dan mencari di shopee dengan link sebagai berikut : https://shopee.co.id/shop/503131266/search
Bisnis yang terdapat di Desa Ngabean akan terus berkembang dan mampu bersaing dengan bisnis lainnya. Perluasan pemasaran dengan target pasar yang diharapkan dapat tercapai dan mempermudah konsumen dalam mendapatkan produk yang diinginkan. Hal ini dapat meningkatkan pemasukan dan daya beli konsumen meskipun sedang dihadapkan dengan kondisi covid-19 yang semakin meningkat.
SIGIT ANGGORO